Hore!!! Aku di Surabaya.

Standar

GambarPertengahan Tahun 2010 pertama kali aku menginjakkan kaki di kota pahlawan surabaya ini, banyak hal baru dan bahkan sangat baru bagiku yang kutemukan di kota ini, kota dengan julukan metropolitan ini juga membuat sedikit aku merasa bangga karena aku bisa lebih dulu tahu dari temen-temenku yang masih menghuni rumah transmigrasinya di Kalimantan Barat,  mereka mungkin tidak pernah berpikir atau bahkan tidak tahu kalau asal mereka dari Jawa Timur ini, karena begitu juga dengan aku yang dulunya masih terkung-kung kekolotan orang-orang tua yang tidak pernah menceritakan dari mana buyut-buyutku dulu di lahirkan, sejak kapan aku juga tidak tahu, yang aku tahu pastinya juga dengan temen-temenku yang ada di Kalimantan barat adalah sejak kelahiranku, matahari yang aku pandang adalah di ufuk timur Kalimantan barat yang masih alami aroma hutannya.

Aku dengar tentang kota pahlawan Surabaya ini dari pelajaran sejarah yang diajarkan oleh guruku ketika aku mengenyam dengan renyah bangku sekolahan, perjuangan pahlawan yang rela mati demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia sangat membuatku semakin penasaran tentang kota Surabaya si kota pahlawan ini. Kini aku sukses injakkan kaki di atas tanah pahlawan yang dulu hanya aku angankan lewat pelajaran  sejarah di buku sejarah yang aku catat sesuai instruksi guruku, peninggalan sejarah dan tempat-tempat sejarah aku mulai tahu dan di mana saja tempat itu berada, walau ada yang sudah tidak sepenuhnya asli.

Kota pahlawan dengan beribu orang pahlawan yang sampai saat ini menjadi pahlawan, aku saksikan hampir di setiap jalan raya, tidak jarang aku menjumpai seorang pahlawan rumah tangga yang mengayuh senjata utama mata pencahariannya, aku lihat umurnya sudah saatnya dia menikmati hari tuanya di rumah dengan biaya yang diusahakan oleh anak-anaknya, namun dia sangat hebat walau matahari sering mengkuliti asa orang-orang yang tak pernah merasakan panas sehebat di kota pahlawan ini.

Memang hebat kota pahlawan ini, walau “tanaman” gedung-gedung tumbuh dengan subur masih ada saja orang-orang yang mau memeras keringatnya dengan membangun “bangunan beton” taman, hanya untuk mengimbangi polusi pabrik-pabrik dan kendaraan yang sering menyesakkan nafas. Kemacetan yang sering aku lihat di TV-TV di rumahku kini aku bisa merasakannya sendiri, berdesakan dan berjubel dengan kendaraan-kendaraan lain adalah hal yang wajar walau terkadang mengundang emosi bagi pemakai jalan yang lain, hingga terkadang terdengar kata-kata yang tidak sopan harus terlantunkan dari bibir seorang sopir mobil angkutan kota.

Keringat-keringat bercucuran di tengah-tengah jalan raya dengan tambahan hawa panas yang menurutku di atas rata-rata. Aku jumpai lagi pahlwan di lampu-lampu merah, ada yang sekedar bernyanyi-nyanyi, ada yang menguji jiwa enterpreneurshipnya dan banyak lagi macam cara pahlawan itu menghadirkan dirinya di atas tanah pahlawan ini. Tidak jarang aku ingin tertawa, tertegun, ingin menangis dan bahkan bersedih, melihat semua kenyataan yang dulu hanya aku saksikan lewat TV itu.

Hampir dua tahun aku berada di kota pahlawan surabaya ini, banyak pengalaman yang aku dapatkan, hal yang dulu membuat aku tertegun kini membuat aku berpikir lebih jauh kedepan, melihat semua kejadian dan kenyataan yang aku saksikan terbayang beberapa tahun kedepan tentang kotaku yang ada di Kalimantan Barat sana. Aku sangat bahagia berada di kota pahlawan surabaya ini, di antara kerasnya kemodernan masih ada orang-orang yang menjadi pahlawan untuk meneruskan dan mengabadikan eksistensi kota pahlawan ini, sungguh pengorbanan yang sangat keras, karena terkadang harus melawan arus yang di atas kata deras. Kesabaran dan keuletan menjadi kunci kesuksesan yang harus dipertahankan oleh pahlawan-pahlawan itu, aku harus membawa semangat juang dari semangat orang-orang di kota pahlawan surabaya ini.

Aku lebih suka menyebut kota ini dengan sebutan kota pahlawan Surabaya, karena kota pahlawan ini berada di Surabaya. Aku tak tahu akan berapa lama lagi akan hidup di kota bersejarah ini, aku pengen belama-lama di sini, tapi aku tahu aku harus memajukan kotaku dengan membaca keadaan di sini dan aku bagikan pengalamanku di kota kelahiranku nanti. Semua yang terjadi dan aku rasakan di kota ini, pasti menjadi hal yang indah dan bermanfaat untuk menjadi sanguku saat aku pulang nanti, Surabaya sang kota pahlawan terima kasih karena telah menerimaku di sini.

About illosum

seorang anak perantau kelahiran kalimantan barat, yang berusaha mencari ilmu dengan tujuan agar dapat membagun tanah kelahirannya lebih sejahterah dan diperhitungkan oleh negara sendiri maupun negara yang ada di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s